وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا
Dan apa yang disampaikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah (Qs. Al-Hasyr: 7)
بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
قال الشيخ أبو محمد عبد اللـه بن سعد بن أبي جمرة الأزدي رضي اللـه عنه: الحمد للـه حق حمده ، والصلَاة والسلَام على سيدنا محمد الخيرة من خلقه ، وعى الصحابة السادة المختارين لصحبته . وبعد: فلما كان الحديث وحفظه من أقرب الوسائل إلى اللـه عز وجل بمقتشى الآثار في ذلك فمنها قوله صلى اللـه عليه وسلم: من أدى إلى أمتي حديثا واحدا يقيم به سنة او يرد به بدعة فله الجنة ، ومنها قوله صلى اللـه عليه وسلم: من حفظ على أمتي حديثا واحدا كان له أجر أحد وسبعين نبيا صديقا ، والأمر في ذلك كثير ، ورأيت الهمم قد قصرت عن حفظها مع كثرة كتبها من اجل أسانيدها فرأيت أن آخذ من أصح كتبه كتابا ، أختصر منه أحاديث بحسب الحاجة إليها وأختصر أسانيدها ما عدا راوي الحديث فلا بد منه فيسهل حفظها وتكثر الفائدة فيها إن شاء اللـه تعالى ، فوقع لي أن يكون كتاب البخاري لكونه من أصحها ، ولكونه رحمه اللـه تعالى كان من الصالحين وكان مجاب الدعوة ودعا لقالقارئه ، وقد قال لي من لقيته من القضاة الذين كانت لهم المعرفة والرحلة عمن لقي من السادة المقر لهم بالفضل: إن كتابه ما قرئ في وقت شدة إلا فرجت ولا ركب به في مركب فغرقت قط ، فرغبتمع بركة الحديث في تلك البركات لما في القلوب من الصدإ ، فلعله بفضل اللـه أن يكشف عما بها ، وأن يفرج شديد الأهواء التي تراكمت عليها ، ولعل بحمل تلك الأحاديث الجليلة تعفى من الغرق في بحور البدعوالآثام ، فلما كملت بحسب ما وفق اللـه إليه ، فإذا هي ثلثمائة حديث غير بضع ، فكان أولها كيف كان بدء الوحي لرسول اللـه صلى اللـه عليه وسلم ، وآخرها دخول أهل الجنة الجنة ، وإنعام اللـه عليهم بدوام رضاه فيها ، فسميته بمقتضى وضعه ( جمع النهاية ، في بدء الخير وغاية ) ولم أفرق بينها بتبويت ، رجاء أن يتمم اللـهلي ولكل من قرأ أو سمعه بدء الخير بغايته ، فنسأل اللـه الكريم رب العرش العظيم أن يجعلها لقلوبنا جلاء ولداء ديننا شفعاء بمنه لا رب سواه ، وصلى اللـه على سيدنا محمد خاتم النبيين والحمد للـه رب العالمين .
Syaikh Abu Muhammad ‘Abdullah bin sa’d bin Abu Jamrah Al-Azidi radliyallahu ‘anhum berkata: segala puji bagi Allah dengan puji yang sebenar-benarnya, rahmat serta sejahtera semoga senantiasa dilimpahkan atas baginda kita Nabi Muhammad yang menjadi makhluq pilihan-Nya, semua keluarganya yang mulia dan para shahabatnya yang menjadi tuan yang memilih untuk menemani Nabi.
Manakala menyampaikan hadits dan menghafalnya merupakan perantara yang paling dekat kepada Allah ‘Azza wa Jalla sebagaimana hadits shahabat menjalaskan tentang itu yang diantaranya yaitu sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Barangsiapa yang menyampaikan kepada ummatku satu hadits yang menjelaskan tentang sunnah atau yanng dengannya ia menolak bid’ah, maka baginya surga”. Dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Barangsiapa yang hafal satu hadits karena ummatku, maka baginya pahala tujuhpuluhsatu Nabi yang terpercaya”. Dan banyak lagi hadits shahabat yang menjelaskan tentang itu. Sementara saya melihat banyak sekali cita-cita yang kandas dari menghafal hadits karena begitu banyaknya kitab-kitab hadits dan sanad-sanad hadits, maka saya berkesimpulan untuk memilih salah satu dari beberapa kitab hadits yang paling shahih yang kemudian dari kitab itu saya rangkum beberapa hadits sesuai dengan kebutuhan dan saya buang sanad-sanadnya kecuali perawi hadits yang tidak boleh tidak harus disebutkan, lalu hadits –hadits itu menjadi mudah dihafalkan dan lebih besar faidahnya insya Allah ta’ala. Kemudian pilihan saya jatuh pada kitab Al-Bukhori, karena kitab Al-Bukhori adalah kitab hadits yang paling shahih, dan karena Imam Al-Bukhori rahimahullahu ta’ala termasuk dari golongan orang-orang shalih yang terkabul do’anya dan yang mendo’akan orang-orang yang membaca kitab Al-Bukhori, telah berkata kepada saya, yaitu orang-orang yang saya jumpai dari beberapa Qodli yang memiliki ma’rifat tentang Ilmu hadits yang telah pergi meninggalkan negaranya demi untuk mendapatkan Ilmu hadits dari orang-orang yang mulia yang senantiasa mendapatkan keutamaan: Sesungguhnya tidaklah dibaca kitab Al-Bukhori pada saat sulit kecuali kesulitan itu akan dihilangkan, dan tidaklah dimuat kitab Al-Bukhori dalam sebuah kendaraan melainkan pasti akan tenggelam. Maka dari itu saya sangat berharap senantiasa mendapatkan barakah dari beberapa barakahnya hadits untuk membersihkan penyakit hati yang berkarat, semoga dengan fadlolnya, Allah akan menghilangkan kegelapan dalam hati yang disebabkan kema’shiatan dan menghilangkan besarnya hawa nafsu yang bertumpuk-tumpuk bagaikan mendung yang ada dalam hati, dan semoga dengan lantaran menuqil beberapa hadits yang agung ini hati kita senantiasa diselamatkan dari bid ‘ah dan dosa yang bagaikan samudera. Ketika penuqilan hadits ini telah sempurna sesuai dengan pertolongan Allah ternyata berjumlah tidak lebih dari tigaratus hadits (kurang dari tigaratus hadits, yaitu berjumlah duaratus Sembilanpuluh empat), hadits yang pertama menerangkan tentang permulaan wahyu dan yang terakhir tentang masuknya ahli sorga kedalam sorga dan ni’mat Allah yang diberikan kepada mereka yang berupa ridlo Allah selama-lamanya didalam sorga. Kemudian saya memberi nama kitab ini dengan nama yang sesuai dengan sebab tersusunnya kitab ini yaitu: JAM ‘UN NIHAYAH, FI BAD IL KHOIR WAGHO YATIH ( mengumpulkan kebaikan, sebab hadits yang pertama merupakan awal dari kebaikan dan yang terakhir adalah akhir dan puncak dari kebaikan, sebab permulaan wahyu dapat menghasilkan hadits dan hadits dapat menghasilkan kebaikan, akhir dari kebaikan itu adalah masuknya ahli sorga kedalam sorga dan puncaknya adalah mendapatkan ridlo Allah selama-lamanya). Dan saya tidak memisah-misahkan diantara beberapa hadits dengan bab-bab tertentu karena berharap semoga Allah sentiasa menyempurnakan kepada saya dan orang-orang yang membaca atau mendengarkan kitab ini berupa permulaan yang baik serta akhir dan puncak yang baik pula. Maka saya memohon kepada Allah yang maha pemurah, Tuhan ‘Arsy yang agung semoga Allah menjadikan hadits-hadits ini sebagai pembersih yang dapat membersihkan hati yang berkarat dengan gelapnya dosa, dan semoga Allah menjadikannya obat yang dapat menyembuhkan penyakit Agama berupa dosa dan kema’shiatan berkat anugerah-Nya yang tidak ada tuhan melainkan Dia. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada baginda kita nabi Muhammad yang menjadi penutup para Nabi, Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.